Daerahku
Nganjuk memiliki beberapa tradisi dan makanan
khas. Salah satu tradisi di Nganjuk adalah,
A.
Tradisi Mandi Sedudo Dan Mandi
Pusaka
Pada
masa lampau, kawasan Sedudo merupakan tempat pertapaan Ki Ageng Ngaliman, tokoh
pelopor penyebaran agama Islam di Nganjuk. Sebagai penghormatan atas
jasa-jasanya, maka setiap bulan Suro sebuah upacara ritual selalu digelar.
Ritual yang diberin nama pengambilan Air Sedudo itu diisi dengan acara
iring-iringan gadis berambut panjang yang berbusana adat Jawa, berjalan
perlahan menuju kolam yang berada tepat di bawah air terjun.
Mereka
percaya, air yang mengalir tak henti-hentinya mengalir di Sedudo, bersumber
dari tempat keramat, yakni tempat di mana para dewa bersemayam. Tak heran,
ketika malam tahun baru Hijriyah 1 Muharram, atau biasa dikenal malam 1 Suro
oleh masyarakat Jawa, ribuan pengunjung selalu memadati Sedudo. Di tengah
dinginnya air terjun Sedudo, mereka mandi beramai-ramai di kolamnya.
B.
Makanan
khas nganjuk
1. Nasi becek.
2. Dumbleg.
Dumbleg
adalah jajanan tradisional khas Nganjuk, Jawa Timur. Tepatnya di daerah
Kecamatan Gondang dan sekitarnya. Makanan yang unik ini memang mirip pudak
(makanan khas Gresik) tapi yang membuat berbeda adalah rasa dan
tampilannya. Rasa dumbleg ini
manis legit dan bentuknya panjang kayak lontong. Jajanan ini yang terbuat dari
tepung beras, gula jawa, dan santan yang dibungkus dari pelepah
jambe.
Makanan ini hanya
ada pada hari-hari tertentu di Pasar Gondang (tiap Pasaran Pon) dan Pasar
Rejoso (tiap pasaran kliwon).
3.
Onde-onde Njeblos.
4.
Nasi
Pecel.
Yaitu
semacam nasi yang ada sayurnya (kulup) ditaburi dengan pedasnya sambal pecel,
ciri khas asli Nganjuk sangat pedas dan rempeyek yang renyah.
5.
Krupuk
Upil.
Yaitu
krupuk yang digoreng tanpa minyak tetapi menggunakan pasir.












0 komentar:
Posting Komentar